
Indra Makmu, Senin, 20 Oktober 2026 – Suasana kelas X4 (Cut Mutia ) di SMA Negeri 1 Indra Makmu, Kecamatan Indra Makmu, pada Selasa (20/10/2026) memperlihatkan pentingnya lingkungan pertemanan yang sehat. Siswa yang saling mendukung tampak lebih nyaman dan bersemangat mengikuti pelajaran, sehingga berdampak pada prestasi belajar dan kesehatan mental mereka.
Di dalam kelas, siswa tampak saling membantu dan berdiskusi saat pelajaran berlangsung. Kondisi ini berbeda dengan pertemanan “toxic”, istilah yang kerap dipakai generasi muda untuk hubungan yang merugikan, seperti perundungan (bullying), saling menjatuhkan, menyebarkan gosip, hingga tekanan untuk mengikuti perilaku negatif.
Kondisi di Dalam Kelas
Sebaliknya, siswa yang berada dalam lingkungan pertemanan yang tidak sehat berisiko mengalami stres, kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, dan sulit berkonsentrasi saat belajar. Pada kasus yang lebih serius, kondisi itu dapat berujung pada penarikan diri dari pergaulan serta turunnya prestasi akademik.
Lima Alasan Pertemanan Sehat Itu Penting
1. Mendukung kesehatan mental. Teman yang suportif membuat siswa merasa diterima dan dihargai, sehingga lebih tenang menghadapi tugas maupun ujian.
2. Meningkatkan semangat dan prestasi belajar. Lingkungan yang positif mendorong siswa saling membantu, berdiskusi, dan belajar bersama. Persaingan yang sehat memotivasi, bukan menjatuhkan.
3. Membentuk karakter dan empati. Pertemanan yang baik melatih siswa menghargai perbedaan, berkomunikasi dengan santun, dan menyelesaikan konflik tanpa kekerasan.
4. Mencegah perundungan. Kelas yang saling peduli dinilai lebih mudah mengenali dan menghentikan perilaku bullying sebelum menjadi masalah yang lebih besar.
5. Menumbuhkan rasa percaya diri. Siswa yang merasa diterima apa adanya akan lebih berani mengemukakan pendapat dan menunjukkan potensinya.
Tanggapan Guru dan Siswa
Wali kelas, Eni Listiana, S.Kom., mengatakan bahwa pertemanan yang sehat sangat memengaruhi semangat belajar siswa. “Kalau siswa saling mendukung, mereka lebih nyaman dan berani bertanya. Sebaliknya, pertemanan yang toxic membuat siswa minder, takut, dan malas datang ke sekolah,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa orang tua perlu menjalin komunikasi terbuka dengan anak agar masalah pertemanan dapat dikenali sejak dini.
Sementara itu, salah satu siswa, Mauzatul Fitri, mengaku lebih semangat belajar karena teman-temannya saling membantu. “Di kelas kami tidak saling mengejek. Kalau ada yang kesulitan, teman yang lain membantu, dan kalau ada masalah kami bisa saling bercerita,” katanya.
Sikap Siswa di Kelas
· Siswa saling menghargai perbedaan pendapat, latar belakang, dan kemampuan teman.
· Siswa menghindari gosip dan informasi yang belum tentu benar.
· Siswa berani menolak ajakan yang merugikan dan menjadi pendengar yang baik bagi teman.
· Siswa melapor kepada guru atau konselor bila melihat atau mengalami perundungan.
Penutup
Dengan saling menghargai dan peduli, kelas X4 (Cut Mutia) menjadi ruang aman bagi siswa untuk belajar dan berkembang secara optimal. Wali kelas, Eni Listiana, S.Kom., berharap seluruh siswa terus menjaga sikap saling menghargai, tidak membiarkan perundungan terjadi, dan berani melapor kepada guru bila ada masalah pertemanan agar suasana kelas yang nyaman ini tetap terjaga.
Wali Kelas X4
Eni Listiana, S.Kom
04502400210151
Bagikan:




