
SMA N 1 Indra Makmu bukanlah SMA yang baru lahir, 22 tahun yang silam ia tegak dan berdiri di tengah-tengah perjuangan dan pengorbanan para pendidiknya, merintis bersama pemimpin yang arif. SMA N 1 Indra Makmu pernah melaju sejajar dengan SMA yang memiliki kualitas unggul. Walau berada di pinggiran sebuah Kabupaten, namun SMA N 1 Indra Makmu pernah mengukir sejarah dalam melahirkan siswa-siswi yang berprestasi, baik dalam bidang Sains, olah raga, kesenian, prakarya, bahkan IT. Tak jarang siswa-siswinya selalu mengharumkan nama sekolah walaupun terhenti sampai tingkat provinsi. Jelasnya, SMA N 1 Indra Makmu pernah diperhitungkan kebolehannya oleh beberapa sekolah lain di tingkat Kabupaten.
Semua itu pernah ada, namun tiba-tiba meredup, cahayanya tidak tampak lagi, wajah pendidiknya kian hari kian kelam sekelam hati yang tak ingin menambah beban dalam hati dan pikirannya. Cukup menyelesaikan tugas yang ada, mengajar sesuai beban jam yang diberikan, setelahnya biarlah siswa-siswi ini tumbuh dan berkembang sesuai kemampuan dan keinginannya.
Semangat dan motifasi para gurunya seakan meredup dalam perjalanan menuju harapan yang sebenarnya masih tersisah. Pikiran seakan kering akan gagasan, dada terisi oleh seribu keraguan dan keterbatasan. Setiap langkah kadang terhenti oleh anggapan yang negatif dan rasa pesimis yang mendalam. Tidak ada apresiasi walau sekedar basa-basi untuk menyemangati suatu usaha.
Kini ada setitik harapan yang datang menghampiri, walau kami tak tau seberapa lama harapan itu dapat membersamai untuk bangkit kembali. Tidak banyak yang bisa kami pinta dari apa yang kami dapat hari ini, cukuplah sebagai penunjuk arah menuju seperti apa yang pernah kami raih saat itu. Seorang pemimpin yang secara perlahan mampu membangunkan kami dari ketidak pedulian, rasa pesimis, dan lemahnya motivasi. Kini pemimpin itu berada di antara para guru dan kami ingin sekali menyampaikan : “ Dorong dan bantu kami untuk mengembalikan rasa percaya diri agar bisa mendidik, membimbing, dan membina anak- anak bangsa titipan negara ini ,untuk melaju menjadi insan-insan yang lebih berarti.”
Satu per satu harapan ini tertuang dalam wadah yang mumpuni, sedikit demi sedikit semangat bangkit kembali, mengikuti proses yang sedang berjalan. Ada sebersit kebahagiaan saat setiap usaha dan karya kecil yang kami ciptakan dipapah oleh apresiasi yang tulus. Jika raga membutuhkan tenaga untuk bergerak, maka jiwa dan pikiranpun sangat membutuhkan penyemangat dan motivasi dalam berkreasi dan berinovasi. Kami bukanlah jiwa-jiwa yang manja, yang tak berinisiatif, dan bukan pula pendidik yang tidak mandiri, namun seberapa besarpun potensi, kekuatan, semangat, dan rasa percaya diri yang ada, jika tidak ada dukungan dan pendampingan yang maksimal dari seorang pemimpin maka sedikit demi sedikit akan tergerus oleh perjalanan waktu.
Sama seperti seorang siswi yang ketika mengikuti lomba menulis puisi, Ia mengatakan : “ Bu, dampingi saya, agar bisa menciptakan karya yang cemerlang, motivasi saya ya bu, agar saya tetap percaya diri untuk mengikuti lomba ini.” Dan akhirnya Ia mendapat juara 2 dalam hal lomba menulis puisi di tingkat Kabupaten. Keinginan siswi itu kedengaran sederhana, namun memiliki arti dan pesan bahwa setiap kita butuh dukungan, penyemangat, dan bimbingan yang dapat mengarahkan pada setiap cita-cita yang dirancang dengan baik.
Dukungan itu sudah seharusnya datang dari seorang pemimpin untuk dapat peduli akan kelemahan dan kekurangan para bawahannya . Dengan perhatian yang penuh dari seorang pimpinan dan diimbangi oleh semangat dan potensi yang besar dari para pendidiknya maka tidak mustahil jika suatu hari nanti SMA N 1 Indra Makmu muncul seperti pelita kecil namun mampu membiaskan cahayanya sampai puncak menara yang paling tinggi sekalipun.
Indra Makmu, 15 Oktober 2026
Ngatmini Simorangkir, S.Pd
Bagikan:

